Rabu, 21 Desember 2011

Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Klenteng Sam Poo Kong Semarang


Indonesia  terkenal dengan  kemajemukan  budaya. Keberagaman suku, agama, dan ras yang terkandung dalam nilai ke Bhineka an. Selain itu,  Nusantara memiliki kekayaan alam yang luar biasa. Kekayaan itu menjadikan Indonesia  selalu menarik untuk  dikunjungi wisatawan.


Klenteng Sam Poo Kong Semarang


Dan salah satu tempat wisata yang menarik untuk anda kunjungi adalah  Klenteng Sam Poo Kong Semarang. Berlokasi  di sebelah barat daya kota Semarang , tepatnya di daerah Simongan. Jl. Simongan Semarang di bawah naungan Yayasan Klenteng Sam Poo Kong Gedung Batu. Saat ini , selain berfungsi sebagai tempat ibadah, kawasan Klenteng Sam Poo Kong Semarang juga menjadi  salah satu tujuan wisata lokal di semarang yang menarik banyak minat wisatawan , baik Domestik maupun mancanegara. Pengunjung juga dapat berfoto dengan pakaian ala prajurit Cina di tempat tersebut. 

Klenteng Sam Poo Kong Semarang


Keberadaan  Klenteng Sam Poo Kong Semarang tak lepas dari sosok Laksamana Tiongkok bernama Zheng He. Menurut sejarah, Laksamana Zheng He sedang mengadakan pelayaran menelusuri pantai laut Jawa untuk tujuan politik dan dagang, karena ada awak kapal yang sakit ia memutuskan untuk bersandar terlebih dahulu  disebuah desa, yang bernama Simongan Karena merasa nyaman di tempat itu, ia memutuskan untuk beberapa waktu menetap ditempat tersebut.



Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Namun karena ia harus melanjutkan perjalanan ia pun meninggalkan tempat tersebut,tapi banyak awak kapalnya yang menikah dengan warga setempat dan menetap di daerah Simongan. Tak heran sampai sekarang daerah Simongan banyak dihuni oleh penduduk keturunan Tiongkok. Untuk mengenang jasa-jasa dari Laksamana Zheng He/Cheng Ho, penduduk setempat mendirikan sebuah Klenteng disekitar gua tempat dimana ia sering menghabiskan waktu untuk bersemedi, yang akhirnya disebut dengan Klenteng Sam Poo Kong atau Sam Poo Thay DJin.

Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Keberadaan Klenteng Sam Poo Kong  Semarang ini memberikan inspirasi bagi berkembangnya berbagai legenda mengenai Kota Semarang. Tiap tahun bertepatan tanggal 29   Lak Gwee penanggalan Tionghoa, diadakan upacara ritual memperingati hari ulang tahun Sam Poo Tay Djien.

Klenteng Sam Poo Kong Semarang
terdiri atas sejumlah anjungan. Bangunan pemujaan utama ialah Klenteng Besar dan gua Sam Po Kong, Klenteng Tho Tee Kong : tempat - tempat pemujaan Kyai Juru Mudi, Kayai Jangkar, Kyai Cundrik Bumi dan mbah Kyai Tumpeng.Klenteng Besar dan gua merupakan bangunan yang paling penting di antara semuanya ,dan merupakan pusat seluruh kegiatan pemujaan di komplek tersebut  Gua yang memiliki mata air yang tak pernah kering ini dipercaya sebagai petilasan dan dibangun sebagai duplikat tempat yang pernah ditinggali.

Klenteng Sam Poo Kong Semarang


Sam Po Tay Djien ( Zheng Ho ),yang telah roboh. bangunan klenteng meerupakan bangunan tunggal beratap susun. Berbeda dengan type klenteng yang ada di Pecinan, klenteng ini tidak memiliki serambi atau balai gerbang yang terpisah. Pada bagian tengah terdapat ruang pemujaan Sam Po.Gua batu sebagaimana tersebut di atas terdapat di dekatnya. Facade gua berlukisan sepasang naga dengan bola api yang terletak di tas ambang pintu masuk yang sempit.Klenteng Tho Tee Kong atau Toapekong Tanah atau Ho Tek Tjin Sin yang terletak di belakang pintu gerbang, merupakan yang paling populer.

Di kalangan masyarakat yang agraris, Dewa Bumi ini sangat dihormati dan selalu dimintai berkahnya. Klenteng Cap Kauw King, tempat pemujaan Tho Tee Kong pula, berkaitan dengan klenteng ini. Tidak pula dijumpai serambi seperti pada klenteng di Pecinan. Tempat pemujaan Kyai Jurumudi dipercaya sebagai makam Wang Jing Hong, wakil Zheng Hoo dalam pelayarannya. 




Klenteng Sam Poo Kong Semarang

Bangunan makam merupakan bangunan sederhana beratap pelana. Pintu masuknya terletak di tengah dan di kedua sisinya terdapat jendela bundar. Di bawah kedua jendela bundar terdapat lukisan berwarna yang mengisahkan perjalanan pelayaran Sam Po. 

Anjungan Kyai Jangkar memiliki tiga altar, yaitu altar Hoo Ping, yaitu para pelaut dan pembantu Zheng Ho yang gugur pada saat menunaikan tugasnya; altar Nabi Kong Hu Cu di tengah; dan altar pemujaan mbah Kyai Jangkar di sebelah kanan. Anjungan Kyai Cundrik Bumi merupakan petilasan tempat anak buah Zheng Ho menyimpan segala macam senjata. Sedangkan anjungan Kayi Tumpeng yang terletak di ujung selatan komplek dipercaya sebagai tempat anak buah Zheng Ho bersantap pada masa lalu. Bangunan ini sekarang dipakai untuk bersemedi atau menyepi.

Sumber :  www.semarang.go.id
 


           

Jumat, 16 Desember 2011

MUSEUM GUNUNG MERAPI ( edukasi dan konservasi)





Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan cincin api yang memiliki lebih dari 450 gunung berapi di mana terdapat 129 gunung berstatus aktif dan tidak menutup kemungkinan Gunung berapi yang berstatus tidak aktif (mati) akan berubah statusnya menjadi aktif ( misal: Sindoro). Jumlah tersebut hampir  13 persen dari total gunung api aktif di dunia. Oleh karena itu, diperlukan sebuah upaya mitigasi untuk menekan jumlah korban jiwa ketika bencana melanda. Dan upaya mitigasi bencana tersebut menjadi tangging jawab kita bersama.


Museum Gunung Merapi didirikan  sebagai wahana edukasi konservasi yang berkelanjutan serta pengembangan ilmu kebencanaan gunung api, gempa bumi, dan bencana alam lainnya. Juga sebagai sebuah wahana wisata lokal baru yang berada  dikawasan lereng Merapi,


Museum ini terletak di Dusun Banteng, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Bangunan museum yang berbentuk limasan segitiga tidak beraturan dibangun sesuai filosofi bangunan Jawa (Yogyakarta) serta wilayah Gunung Merapi yang berwujud kombinasi teknologi dan budaya yang disesuaikan dengan aturan adat (Pakem) mengikuti garis lurus,  Terdiri dari  gunung Merapi, Tugu Yogyakarta, Kraton Yogyakarta serta laut selatan.




Memasuki pintu masuk, pengunjung akan dihadapkan pada  sebuah miniature Gunung Merapi berukuran besar yang terus menerus mengeluarkan asap dan memuntahkan magma. Tak ketinggalan pula terdengar bunyi gemuruh yang menggelegar dari gunung tersebut. Selain itu, terdapat tiga tombol yang masing-masing bertuliskantahun 1969, 1994, dan 2006. Jika Anda memencet salah satu tombol, maka secara otomatis sebaran aliran magma akan berubah sesuai dengan kejadian yang terjadi pada tahun tersebut.






Selanjutnya memasuki  zona dunia gunung api. Di zona ini terdapat berbagai foto dokumentasi dan alat peraga tentang fenomena kegunungapian yang ada di seluruh dunia. Foto-foto dan alat peraga tersebut disajikan lengkap dengan keterangan dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. 






Selanjutnya  menuju zona khusus Gunung Merapi. Menyajikan informasi  eksklusif tentang Gunung Merapi. Mulai dari fenomena pertumbuhan kubah Gunung Merapi, mitos seputar Gunung Merapi, pos pengamatan Gunung Merapi dari era Belanda hingga era modern, dan masih banyak lagi. Semua disajikan dalam gambar dan foto yang menarik. Tak hanya itu, di zonatersebut juga ditunjukkan bagaimana caranya menyelamatkan diri dari ancaman bahaya gunung api yang meletus.



Dan satu hal lagi yang semakin menarik, bahwa setelah erupsi merapi tahun 2010 lalu, Museum merapi mempunyai tambahan koleksi baru, yaitu 2 (dua) buku tamu mbah Maridjan , dan kopian layang kekancingan dari pihak Kraton kepada Mbah Maridjan sebagai juru kunci Gunung Merapi. 

Bahkan yang belum banyak diketahui bahwa wisatawan yang berkunjung ke museum ini  juga sekaligus dapat menikmati dan melihat secara langsung panorama gunung Merapi, tepatnya di lantai dua sebelah belakang. Bahkan ditempat tersebut juga disediakan teropong bagi wisatawan yang ingin memanfaatkannya.

Bagaimana?? Tertarik??

Rabu, 07 Desember 2011

PANTAI SADENG (BENGAWAN SOLO PURBA)


WISATA LOKAL INDONESIA


Pantai Sadeng berada diwilayah paling timur kabupaten gunung kidul. Pantai Sadeng terletak di Desa Songbanyu dan Pucung Kecamatan Girisubo berjarak sekitar 80 KM dari Pusat kota Jogjakarta dan berbatasan dengan Pracimantoro, Wonogiri Jawa Tengah.



Pantai ini telah menjadi wisata lokal kebanggan masyarakat Gunung Kidul Yogyakarta, karena pantai ini terbentuk melalui proses alam yang cukup panjang. Di pantai ini Terdapat Telaga Suling yaitu lembah yang diyakini dahulu sebagai muara dari sungai Bengawan Solo Purba. 

Berdasarkan penelitian para pakar Geologi, bahwasanya Dahulu kala Sungai Bengawan Solo mengalir dari hulunya di wilayah utara hingga bermuara di Pantai Sadeng yang sekarang ini. Namun, sekitar empat juta tahun yang silam, sebuah proses geologi terjadi.



Lempeng Australia menghujam ke bawah Pulau Jawa, menyebabkan dataran Pulau Jawa terdesak dan perlahan terangkat . Sehingga Arus sungai akhirnya tak bisa melawan ketinggian dari hulu sungai itu sendiri, hingga akhirnya aliran air nya pun berbalik ke utara, yang saat ini mengalir hingga ke ujung utara wilayah Jawa Timur.



Jalur semula akhirnya tinggal jejak yang perlahan mengering karena tak ada lagi air yang mengalirinya yang kini menjadi ladang palawija yang produktif bagi masyarakat sekitarnya. Wilayah ini kaya akan bukit-bukit kapur yang menurut beberapa penelitian, semula merupakan karang-karang yang berada di bawah permukaan laut.



WISATA LOKAL INDONESIA



Sebelum benar-benar tiba di Pantai Sadeng , pengunjung terlebih dahulu dimanjakan dengan rute alam pegunungan kapur yang menantang dan sangat eksotis. Keindahan pantai di Wilayah Gunungkidul memang menawarkan banyak keindahan dan pesona alamiah. Di Pantai ini, Pengunjung dapat menyusuri bibir pantai di sebelah timur dan menuju gundukan pasir yang berada di dekat mercusuar. 





Pantai Sadeng (BENGAWAN SOLO PURBA)


Pemandangan laut lepas akan tampak jelas, beserta deburan ombaknya yang besar. Tak seperti pantai di Gunung Kidul umumnya, Sadeng tak banyak memiliki karang-karang raksasa sehingga pandangan mata tak akan terhalang.



WISATA LOKAL INDONESIA

Kadang, bisa juga disaksikan perahu nelayan yang tengah melaut. Pantai Sadeng sebenarnya merupakan pantai yang sudah sejak lama dijadikan sebagaitujuan wisata di Kabupaten Gunungkidul. Tipe bibir pantai yang berupa tebing karang membuat Pantai Sadeng nampak indah nan elok.

Tidak hanya sebagai tempat tujuan wisata, Pantai ini juga dikenal sebagai Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) yang bertaraf nasional dan merupakan penunjang pengembangan perikanan laut terbesar di Provinsi Yogyakarta.


<
WISATA LOKAL INDONESIA

Di Pantai ini pengunjung akan melihat langsung aktifitas para nelayan, ada yang membersihkan perahu, mengangkut ikan dari perahu ke tempat pelelangan, menggiling es batu untuk dimasukkan dalam kotak ikan sebelum didistribusikan.

Wisatawan dapat menikmati sajian masakan ikan laut atau membawa ikan laut segar sebagai oleh - oleh dengan harga yang terjangkau

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons