Jumat, 18 November 2011

MUSEUM DIRGANTARA MANDALA

MUSEUM DIRGANTARA MANDALA


Museum Dirgantara Mandala berlokasi  di ujung utara Kabupaten Bantul dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Sleman tepatnya di area komplek Pangkalan Udara TNI-AU Adisucipto Yogyakarta. 


walau pun letaknya agak tersembunyi di dalam kompleks TNI AU , Akan tetapi akses menuju tempat ini sangatlah mudah. Karena hanya berjarak sekitar 200m dari jalan utama Janti (Ring Road timur) Jogjakarta. Dimana jalan ini banyak dilintasi oleh kendaraan umum, baik bus (antar kota maupun dalam kota) atau kendaraan umum lainnya.

Museum ini merupakan Museum Dirgantara terlengkap di Indonesia yang  menempati Area seluas lima hektar dengan luas bangunan sekitar 7.600 m2. Museum Dirgantara Mandala sejarahnya berasal dari penggabungan dua Museum yakni Museum Pusat AURI yang didirikan 1967 di Jakarta dan Museum Pendidikan atau Taruna yang sudah ada di komplek pendidikan AKABRI Bagian Udara Jogja. Pada 1977 keduanya kemudian digabungkan.


Koleksi Museum Dirgantara Mandala memamerkan benda-benda koleksi sejarah, antara lain : koleksi peninggalan para pahlawan udara, diorama, pesawat miniatur, pesawat terbang dari negara-negara Blok Barat dan Timur, senjata api, senjata tajam, mesin pesawat, radar, bom atau roket, parasut dan patung-patung tokoh TNI Angkatan Udara.



Dalam museum ini, para pengunjung dapat menyaksikan pesawat-pesawat dan benda sejarah dalam perjuangan TNI Angkatan Udara, sejak perang kemerdekaan sampai saat ini. Selain itu bisa dilihat pula diorama dari satelit Palapa dan kapal ruang angkasa Challenger, yang mengorbitkan satelit tersebut. 

Gedungnya dibagi menjadi enam ruang. Yakni, RuangUtama, Ruang Kronologi I dan II, Ruang Alutsista, Ruang Paskhas, Ruang Diorama, dan Ruang Minat Dirgantara.


a. Ruang Utama
Di ruang ini di pajang  Beberapa foto Mantan Pimpinan TNI – AU , Antara lain: Laksamana Udara suryadi Pimpinan TNI – AU (Kepala stafmTRI AU tahun1946 – 1962), Laksamana Udara Omar Dani (Mentri Panglima Angkatan Udarta tahun 1962 – 1965), Laksamana Muda Udara Sri Muljono Herlambang (Menteri Panglima Angkatan Udara 1965 – 1966), Laksamana Muda Udara Roesmin Nurjadin ( Menteri Panglima angkatan udara tahun 1966 – 1969, Marsekal TNI Suwoto Sukendar (Kepala Staf TNI Angkatan Udara tahun 1969 – 1973, Marsekal TNI Saleh Baasarah (Kepala Staf TNI Angkatan Udara Tahun 1973 – 1976). Selain foto-foto tersebut, diruang ini juga di pamerkan Lambang – Lambang dan Motto dari korps TNI-AU antara lain: Swa Bhuwana adalah lambang TNI angkatan Udara, yang artinya sayap Tanah Air, Pataka Komando Opearesi TNI AU (Koopsau), Dengan Motto: Abhibuti Antarikhse Artinya : keunggulan di udara adalah tujuan utama, Pataka Komando Panduan tempur Udara (Kopatdara) Dengan Motto : Nitya Smakta Maarwati SarwabayaArtinya : senantias siaga bertindak terhadap segala ancaman bahaya, Pataka komando pertahanan Udara (Kohadud) Dengan Motto nya Surakhsita Nabhastata
Artinya : Udara yang di pertahankan dengan baik
b. Ruang Kronologi I dan II , Di Ruang ini pengunjung bisa melihat diorama sejarah dan dokumen-dokumen semasa zaman Proklamasi Kemerdekaan, pembentukan AURI, Serangan Udara Pertama terhadap Semarang-Salatiga-Ambarawa, Operasi Penumpasan PKI Muso/Madiun, Operasi Lintas Udara, Pembentukan Skadron AURI tahun 1950, Penumpasan DI/TII-PRRI/Permesta-Trikora-Dwikora, Operasi Non Militer TNI AU, hingga Operasi Penumpasan sisa-sisa pemberontakan G30S/PKI.

c.Ruang Alutsista
di ruang ini kita dapat melihat peralatan tempur TNI-AU, antara lain : rudal antipesawat, senjata PSU (penangkis serangan udara) dan beberapa senapan yang dipakai oleh pasukan Indonesia yang melawan Belanda waktu itu. Beberapa pesawat, dirancang bisa dinaiki oleh pengungjung. Tentu saja secara statis, tidak diterbangkan. Jadi siapapun bisa langsung tahu keadaan di dalam pesawat, dan teknologi yang sudah ada saat itu. jenis Tu-16 yang terletak di pelataran museum. Ada juga pesawat PBY-5A Catalina dan UF 1 Albatros IR-0117. Catalina buatan AS masuk ke jajaran Skadron V Lanud Abdulrachman Saleh pada 1950. AURI mendapatkan delapan Catalina bekas pakai AU Hindia Belanda sebagai realisasi Konferensi Meja Bundar, 1949.


Sementara Albatros, pesawat amfibi angkut sedang buatan AS juga masuk ke dalam jajaran Skadron V Intai Laut AURI- Lanud Abdulrachman Saleh tahun 1955. AURI membeli sebanyak delapan pesawat dari AS, Selain, ketiga pesawat, di halaman masih ditempatkan rudal pertahanan udara jarak sedang SA-75 buatan Soviet alat ini sempat digunakan sebagai salah satu senjata untuk mempertahankan Ibu Kota.

D.RUANG DIORAMA
Diruang ini Terdapat beberapa Diorama Antara lain: Deorama penerbangan pertama pesawat merah putih, Diorama peristiwa 29 juli 1947, Diorama setelah penerbangan pertama, Diorama Trikora, Diorama Satelit (SKSD) Palapa.


Uraian Diatas hanyalah beberapa gambaran dari apa yang bisa kita temukan di Museum Dirgantara Mandala , Untuk lebih lengkapnya, silahkan Anda Alokasikan waktu dan Budget anda untuk berwisata ke tempat ini, karena banyak manfaat yang bisa kita ambil dari tempat ini. Dengan berkunjung ke tempat ini, kita dapat  berlibur sekaligus belajar sejarah perjuangan para pahlawan-pahlawan yang berjasa mengamankan langit Indonesia tercinta. So ..tunggu apalagi, Datang dan Nikmati


48 comments:

Belajar dan Mencoba mengatakan...

wah luar biasa gan infonya..
mancap..!!

miftah mengatakan...

infonya mantep gan....... jadi pengen kesana..

climus mengatakan...

pesawatnya keren, keliatan serem2...tp sekali perang pasti pada liar ni pilot2nya...salut..

Abi Says Drunk mengatakan...

Keren banget sob Infonya, ane jdi tau kalo negara kita punya pesawat perang sekeren diatas

o2-fresh mengatakan...

terimakasih infonya..

Regent Renaldo mengatakan...

Artikelnya menarik,salam persahabatan yah :)

Intan Hair And Beauty mengatakan...

follow sukses yg ke 94, di tunggu follow dan kunjungan balik nya ya... thx

Kang Topjer mengatakan...

link sukses nungul di partner link,, cekidot kang

Batu Adventure mengatakan...

belum pernah saya ke Jogja mampir di museum ini. nice share mas.. salam persahabatan..

Wisata Malang mengatakan...

waahh, kalo misal di Malang juga ada museum pesawat tempur yang ky gn, kayaknya juga sangat informatif dan edukatif buat para pelajar2 disni. sayangnya museum brawijaya di kota malang sudah sepi yang mengunjungi. ga serame dulu..
oiya, sudah di follow gan #104, ditunggu follbacknya sama komennya ya. hehehe, selamat beraktifitas ;)

(Aku Bukan) Bang Thoyib mengatakan...

Info yang edukatif banget nich sob..
Jadi lebih Bangga lagi sebagai anak bangsa..
nambahin opininya Sobat @Wisata Malang : Sbagai Genaro Ngalam Ayas turut prihatin kalo sampe Museum Brawijaya kurang dapat tersosialisasi padahal lumayan berharga apa yang ada didalamnya.

Happy Blogging Sobat

harry rossea mengatakan...

blognya hampir sama dengan temen saya...

Blogger Blegedes mengatakan...

Bagus kang tempatnya.. bisa jadi inspirasi buat refreshing nich.. salam kenal

wisata indonesia mengatakan...

emang Sulit mempertahankan eksistensi museum, Banyak yang Gulung tikar gara2 sepi pengunjung..thank for All. Salam kenal semua .@wisata malang. Folbek sukses

pelancongnekad mengatakan...

wuihh, pesawat yang ada giginyanya itu keren ya
hehhe

Travel Tips mengatakan...

Wah keren sekali, aku cinta indonesia

wisata indonesia mengatakan...

@pelancong nekad. tu paling disukai anak-anak( agak imut )
@travel tips.Kembali ke selera asal

BLOG PREMAN mengatakan...

Keren Museumnya, :D

Remix-7 mengatakan...

Wah, bagus betul mesiumnya gan :).

Blog Internet Tutorial mengatakan...

Kapan ya aq bisa main kesana?

:D

wisata indonesia mengatakan...

@preman,remix, tutorial, thank atas kunjungannya, dan di usahakan secepatnya maen ke museum ini,, hehe

. mengatakan...

AMIGO, VOTOS QUE QUE TENHA UMA SEMANA DE BOAS REALIZACOES.
SAO OS VOTOS DE..http://novajerusalemdecristo.blogspot.com/..

wisata indonesia mengatakan...

Ngomong opo wong iki?? radong kang..wkwk

Wisata Outbound Malang mengatakan...

wahahaha, sumpah, ngakak ane gan baca komen yang di atas ane ini..
ora ngarti artine pisan. kekeke :D
wah, boleh gan, monggo silahkan copas aja, semoga bisa jadi bahan referensi buat ente ye gan..
thanks before n after gan..

Riefz mengatakan...

wuuhhh.... mantep nihh infonya!
thanx 4 share!

cardiacku mengatakan...

Museum seperti ini kita bisa membayangkan bagaimana perjuangan nenek moyang dalam mempertahankan dan memperjuangakn kemerdekaan dahulu

Workshop Bisnis Online mengatakan...

berkunjung sob..salam blogger
sukses selalu yah..
salam

tautanpena mengatakan...

Pena hadir dan absen sore sekalian follow dan link sobat telah terpasang di Blogroll sahabat Pena.
Terima kasih link pena sudah terdaftar di sini.Maaf komentarnya di sini sobat

BLOGCUNAYZ mengatakan...

saya pernah ke sana,gak kuat ma udaranya puanas,mending di bandung aja adem,nice post gan,

wisata indonesia mengatakan...

@ all Thanks gan atas kunjungannya.. jangan lupa mampir dilain waktu

wongcrewchild mengatakan...

infonya nambah wawasan bnget sob, pa lg belum pernah kesana, matur suwun...

Lisa Graham Art mengatakan...

Thank you for stopping in!

Marco C. mengatakan...

hello and welcome to "shoot me"!! terima kasih!!

saka mengatakan...

menarik..
jadipengen ksana..

Iwona mengatakan...

Thnx for the visit my Friend .I wish u all good. a lot of health,smiles and happiness.

catperku.info mengatakan...

ini yang di jogja ya? dulu pernah ke sana sih

rumahramahlingkungan mengatakan...

sebagai orang Yogya yang tinggal di Bandung aja baru tahu ada museum dirgantara yang lengkap di Yogya ini!

Anonim mengatakan...

pak de aku habis dari sana lhowww

K47 mengatakan...

pingin lihat sisa2 kejayaan TNI-AU di sana :)

Berbagi Ilmu Berbagi Pengetahuan mengatakan...

Mantep nihhhh...
makasih buat tambahan tugas

Modal Pinjaman Gratis mengatakan...

Jadi pengen pergi kesana....

happyholiday.to mengatakan...

Mau tau harga hotel-hotel di Yogyakarta?cek aja di https://happyholiday.to/ dijamin murah :)

Rumah Dijual mengatakan...

udah lama ga pergi ketempat-tempat seperti ini.

Anonim mengatakan...

buka hari apa aja ? dan jam buka?

Parking mengatakan...

wah pesawatnya keren abis ..
pengen naik kestu ..haha

Toko bunga online bandung mengatakan...

dirgantara yang kita kenal sekarang kalo di jakrta itu "pancoran"

Alex Wattimena mengatakan...

Dengan adanya Museum Dirgantara Indonesia, para kaum muda Indonesia bisa menjadi penerbang-penerbang tangguh TNI-AU seperti era tahun 60'an.

id card murah mengatakan...

terimakasih informasinya

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons