Jumat, 18 November 2011

MONUMEN JOGJA KEMBALI



Mirip nasi tumpeng ya!! Sayangnya ini bukan makanan, ini adalah Monumen Jogja Kembali. Monumen yang di bangun untuk mengenang sejarah pertempuran 1 maret 1949, atau biasa disebut Serangan Umum 01 Maret 1949 ( SU 01 maret ’49).





Monumen Jogja Kembali Bangunan monumen yang terdiri dari tiga lantai terbagi dalam beberapa bagian. Seluruh bangunan dikelilingi oleh kolam air. Di lantai satu adalah museum dimana terdapat empat ruang museum yang menyajikan benda-benda koleksi berupa: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum yang kesemuanya menggambarkan suasana perang kemerdekaan 1945-1949.

Memasuki area monumen yang berada di ring road Utara Jogjakarta ini, para pengunjung akan disambut dengan replika Pesawat Cureng di dekat pintu timur serta replika Pesawat Guntai di dekat pintu barat. Menaiki podium di barat dan timur pengunjung bisa melihat dua senjata mesin beroda lengkap dengan tempat duduknya, sebelum turun menuju pelataran depan kaki gunung Monumen. 





Di ujung selatan pelataran berdiri tegak sebuah dinding yang memuat 420 nama pejuang yang gugur antara 19 Desember 1948 hingga 29 Juni 1949 serta puisi Karawang Bekasi-nya Chairil Anwar untuk pahlawan yang tidak diketahui namanya.

Sementara itu jalan utara dan selatan terhubung dengan tangga menuju lantai dua pada dinding luar yang melingkari bangunan terukir 40 relief yang menggambarkan peristiwa perjuangan bangsa mulai dari 17 Agustus 1945 hingga 28 Desember 1949. sejumlah peristiwa sejarah seperti perjuangan fisik dan diplomasi sejak masa Proklamasi Kemerdekaan, kembalinya Presiden dan Wakil Persiden ke Jogjakarta hingga pembentukan Tentara Keamanan Rakyat tergambar di relief tersebut.


Sedangkan di dalam bangunan, berisi 10 diorama melingkari bangunan yang menggambarkaan rekaan situasi saat Belanda menyerang Maguwo pada tanggal 19 Desember 1948, SU Satu Maret, Perjanjian Roem Royen, hingga peringatan Proklamasi 17 Agustus 1949 di Gedung Agung Yogyakarta.


 
Lantai teratas merupakan tempat hening berbentuk lingkaran, dilengkapi dengan tiang bendera yang dipasangi bendera merah putih di tengah ruangan, relief gambar tangan yang menggambarkan perjuangan fisik pada dinding barat dan perjuangan diplomasi pada dinding timur. Ruangan bernama Garbha Graha itu berfungsi sebagai tempat mendoakan para pahlawan dan merenungi perjuangan mereka.




Di Monumen ini pengunjung akan mendapat pelajaran sejarah yang sangat berharga, karena Monumen Yogya Kembali memberikan gambaran yang lebih jelas bagaimana kemerdekaan itu tercapai. Melihat berbagai diorama, relief yang terukir atau koleksi pakaian hingga senjata yang pernah dipakai oleh para pejuang kemerdekaan. 


Pengunjung bisa melihat tandu yang digunakan untuk menggotong Panglima Besar Jenderal Soedirman selama perang gerilya, seragam tentara dan dokar yang juga pernah digunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Konon total koleksi barang-barang dalam museum tersebut mencapai ribuan.


Dengan      Melihat Diorama-Diorama dan semua yang ada di Monumen ini, Kita serasa dibawa Larut dalam masa-masa perjuangan dan semangat yang dikobarkan oleh para Pahlawan dalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia. Mungkin, Monumen Jogja Kembali dapat menjadi referensi anda jika sedang berkunjung di Jogjakarta. Selamat Berwisata sambil Belajar.


10 comments:

BlogS of Hariyanto mengatakan...

begitu banyak monumen yang dibangun di seluruh Indonesia, namun sayang beberapa di antara-nya tidak terawat dan terjaga dengan baik oleh pemerintah, utamanya pemerintah setempat, padahal monumen bisa juga dijadikan sebagai salah satu obyek wisata yang menghasilkan pendapatan untuk daerah dan negara apabila dikelola dengan baik :)

Cmte. Valter mengatakan...

Thank you very much my friend for your visit, nice day with peace & happiness. Hugs Valter.

bunggsu mengatakan...

wuich,,,keren monumenya,jadi pingin kesana,

wisata indonesia mengatakan...

Setuju, Dari pada wisata cuman shopping, mending mampir kesini bisa lebih bermanfaat

climus mengatakan...

wah terakhir saya mengunjungi monumen jogja kembali 20 tahun yang lalu, pasti sekarang banyak perubahan2 di dalamnya. kapan2 main lh ke monumen jogja kembali. thx..

wisata indonesia mengatakan...

@climus.. 20 tahun yg lalu gan?? hehe pas saya masih TK tu gan

catperku.info mengatakan...

udah lupa kapan saya terakhir kali kesana :D pengen lagi deh kesana :D

Internet Dan Komputer mengatakan...

Walaupun dekat dari tempatku, tapi aku belum pernah kesitu...

Furi Dyahw mengatakan...

wah terakhir kali kesana ku sd kyaknya? paling berkesan pas liat bajunya almh.ade suryani nasution dress biru msh da darahnya, sama helm tentara yang ada lubang tengah dikepala punya siapa ya aku lupa, kesana lag yuk

Alfaonline.com : Toko belanja online murah, Promo heboh jual barang hanya Rp 1,- mengatakan...

Saya merasakan sekali manfaat dan berkunjung di Blog Wisata Lokal ini,sebagai kawan lama saya selalu mengingat banyak hal tentang coretan-coretan yang dihasilkan didalam blog ini selalu memberikan inspirasi yang besar buat saya sebagai seorang blogger,Salam mengingat kembali dech, ini Tukang marmer Tulungagung, He,,he,,he,,

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Laundry Detergent Coupons